PENELITIAN TERAPAN

Pengaruh Tanah Dasar Yang Telah Distabilisasi Terhadap Repetisi Beban Yang Diijinkan Pada Struktur Perkerasan Lentur

ABSTRAK
Lapisan Subgrade berfungsi untuk menerima tekanan akibat beban lalu lintas yang ada di atasnya sehingga harus mempunyai kapasitas daya dukung yang optimal dan mampu menerima gaya akibat beban lalu lintas tanpa mengalami perubahan dan kerusakan yang berarti. Meningkatnya kendaraan-kendaraan berat yang melewati jalan raya menimbulkan kerusakan pada permukaan perkerasan berupa jejak roda (rutting) yang disebabkan hilangnya daya dukung tanah akibat kondisi tanah dasar yang kurang baik. Karena itulah diperlukan perbaikan tanah yang bertujuan untuk mendapatkan tanah dasar yang stabil guna menambah kinerja struktur perkerasan. Indikator penilaian kinerja struktur perkerasan yang digunakan pada penelitian ini adalah jumlah nilai repetisi beban yang diijinkan untuk mengontrol terjadinya retak lelah (fatigue cracking) dan jejak roda (rutting). Upaya stabilisasi tanah lempung ekspansif sudah banyak dilakukan dengan stabilisator yang beraneka ragam seperti kapur, kombinasi semen dengan abu terbang, bahan pozzoland dan lain-lain. salah satu bahan stabilisasi yang bisa digunakan sebagai penambahan bahan additive yaitu bahan kimia Asam Fosfat sedangkan Bahan yang bisa dijadikan alternatif sebagai bahan campuran Asam Fosfat adalah Abu Batok Kelapa Sawit (ABKS). Sampel tanah diambil dari daerah Gedebage dan hasil pengujian pada tanah tersebut tergolong pada jenis tanah ekspansif. Penelitian ini menghasilkan beberapa kesimpulan yaitu Pada Campuran 8% ABKS + 10,5% Asam Fosfat dapat meningkatkan daya dukung tanah serta dapat mengurangi kerusakan pada nilai kelelahan retak (Fatigue Cracking) dan Alur (Rutting) yang dapat meningkatkan Kinerja struktur perkerasan lentur. Kinerja struktur perkerasan pada 8% ABKS + 10,5% Asam Fosfat berdasarkan parameter regangan tarik horizontal mengalami peningkatan pada tanah asli sebesar 86,5% dan berdasarkan parameter regangan tekan vertikal sebesar 108,1%. Karakter material tanah Campuran 8% ABKS + 10,5% Asam Fosfat untuk pengujian PI, tingkat keaktifan(AC), CBR, dan pengembangan dengan masing-masing nilai 9%, 0,2%, 3,3%, dan 1,4% pada waktu peram 0 hari telah memenuhi standar material stabilisasi Subgrade yang digunakan sebagai lapisan perkerasan berdasarkan Manual Desain Perkerasan Jalan (MDPJ) tahun 2017.
Kata Kunci: Stablisasi, Lapisan Subgrade, Daya dukung tanah, Repetisi Beban, Abu Batok Kelapa Sawit, Larutan Kimia Asam Fosfat.

ABSTRACT
Subgrade layer has function to receive pressure by traffic load. Therefore it must have optimum supportive power capacity and have capacity to receive traffic load without getting serious changes or damages. The increase of heavy vehicle passing the main road cause damage on the surface of the pavement, such as rutting. It is caused by the missing supporting power due to improper soil condition. Thus, soil maintenance is needed. It aims to get stable basic soil in purpose to improve the performance of pavement structure. Assessment indicator of pavement structure performance used in this research is the number of allowed load repetition to control fatigue cracking and rutting. The effort of stabilizing clay expansive has been conducted by various stabilizer, such as limestone, cement-fly ash combination, pozzoland material and others. One of stabilizer materials that can be additive material is phosphoric acid, meanwhile other alternative material for phosphoric acid mixture is palm shell ash (ABKS). Soil sample is taken from Gedebage region and the test result on the soil is categorized as expansive soil category. This research is resulting some conclusion: 8% ABKS + 10,5% Phosporic acid mixture is able to improve soil supporting power and to decrease damage on fatigue cracking and rutting which can improve performance of substance pavement structure. The performance of pavement structure on 8% ABKS + 10,5% Phosporic acid, according to parameter of horizontal pull-strain, improved the origin soil for 86,5% and according to parameter of vertical stress-strain improved for 108,1%. The characteristic of soil 8% ABKS + 10,5% Phosphoric acid mixture for PI test, activity level (AC) test, CBR test and development test with each value 9%, 0,2%, 3,3% and 1,4% on prime time 0 days have fulfilled standard of stabilizer material subgrade which used as pavement layer refer to Manual of Road Pavement Design (MDJP) in 2017.
Keywords: Stabilize, Subgrade layer, Soil Supporting power, Load repetition, Palm shell ash, Chemical solution of phosphoric acid.