PENELITIAN TERAPAN

Analisis Pengaruh Penambahan Bahan Tambah Gilsonite Terhadap Kinerja Campuran Aspal Porus

ABSTRAK

Aspal porus merupakan campuran aspal dengan rongga yang lebih banyak dibandingkan dengan campuran aspal lainnya dari suatu lapis permukaan struktur perkerasan lentur umumnya. Campuran aspal porus memiliki beberapa kelebihan, yaitu rongga yang terdapat pada campuran aspal porus berfungsi untuk membantu mengalirkan air hujan secara vertikal dan horizontal menuju drainase. Selain kelebihan tersebut, kekurangan pada campuran aspal porus adalah rendahnya nilai stabilitas yang diakibatkan oleh banyaknya rongga pada campuran aspal porus. Oleh karena itu, untuk meningkatkan nilai stabilitas campuran aspal porus, salah satu cara yang digunakan adalah dengan menambahkan gilsonite. Penambahan gilsonite dalam aspal modifikasi menghasilkan campuran yang lebih kuat dan tahan lama pada kondisi iklim tropis. Pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini berupa pengujian karakteristik campuran kinerja campuran aspal porus. Campuran aspal porus pada penelitian ini menggunakan batas tengah 2 gradasi, yaitu gradasi Jepang dan Australia. Campuran aspal porus terbagi atas campuran aspal porus konvensional dan modifikasi dengan menggunakan bahan tambah gilsonite, dengan variasi sebesar 0%, 2.5%, 3.5%, 4.5%, 5.5%, dan 6.5%. Selanjutnya data hasil pengujian Marshall, tahanan deformasi, tahanan gelincir, dan modulus elastistitas digunakan dalam analisis kinerja struktural dan fungsional. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kadar aspal dan kadar gilsonite optimum diperoleh sebesar 5,5%. Nilai stabilitas campuran aspal porus modifikasi mengalami peningkatan untuk gradasi jepang dan Australia berturut-turut sebesar 23% dan 18,7%. Selanjutnya terjadi peningkatan nilai stabilitas sisa pada aspal porus modifikasi yang tidak signifikan, yaitu antara 1,0% sampai dengan 2%, untuk kedua jenis gradasi yang digunakan. Hasil Analisis terhadap kinerja struktural dengan menggunakan parameter structural number/ SNi dan Rutting, serta kinerja fungsional dengan menggunakan parameter skid resistance, campuran aspal porus modifikasi sebagai lapis permukaan yang didasarkan kepada hasil pengujian, memperlihatkan bahwa kinerja struktural/ SNi aspal porus modifikasi untuk kedua jenis gradasi mengalami penurunan yang tidak signifikan yaitu dalam kisaran 2% sampai dengan 3%. Kinerja struktural/ rutting, memperlihatkan peningkatan sebesar 1,8% untuk gradasi Jepang pada suhu pengujian 60°C. Sedangkan untuk kinerja fungsional/ skid resistance, campuran aspal porus modifikasi mengalami peningkatan dalam kisaran 2% sampai dengan 15% untuk kedua jenis gradasi.
Kata kunci: Aspal Porus, Gilsonite, Kinerja Struktural, Kinerja Fungsional.

ABSTRACT

Porous asphalt is a mixed asphalt with more void compared to the other mixed asphalt from a surface layer of generally flexible pavement structures. Porous asphalt mixture has several advantages, likes the void in the porous asphalt mixture serves to help drain rainwater vertically and horizontally to drainage. In addition of these advantages, the deficiency of porous asphalt mixture is the low of stability value due to the large number of void in the porous asphalt mixture. Therefore, to increase the stability value of porous asphalt mixture, one of the methods is using gilsonite additive. The addition of gilsonite in modified asphalt produces a stronger and more durable mixture in tropical climatic conditions. The tests carried out in this study are testing the characteristics of the mixture of porous asphalt mixture performance. The mixture of porous asphalt in this study uses the middle limit two gradations, the gradations of Japan and Australia. Porous asphalt mixture is divided into a mixture of conventional porous asphalt and modification using gilsonite as additional ingredients, with variations of 0%, 2.5%, 3.5%, 4.5%, 5.5%, and 6.5%. Furthermore, data from Marshall test result , deformation resistance, slip resistance, and elastic modulus are used in structural and functional performance analysis. The research showed that optimum asphalt content and gilsonite levels were obtained at 5.5%. The stability value of modified porous asphalt mixture has increased for Japanese and Australian gradations by 23% and 18.7%, respectively. Furthermore, there is an increase in the value of residual stability on the modification of the insignificant porous bitumen, which is between 1.0% to 2%, for both types of gradations used. The results of the analysis of structural performance using structural number / SNi parameters and Rutting, as well as functional performance using skid resistance parameters, a modified porous asphalt mixture as a surface layer based on the test results, showed that structural performance / SNi modified pourus aspalt mixture for both types of gradations experienced a non-significant decrease in the range of 2% to 3%. Structural / rutting performance, shows an increase of 1.8% for Japanese gradation at 60°C testing temperature. As for functional performance / skid resistance, modified porous asphalt mixture has increased in the range of 2% to 15% for both types of gradations.
Keywords: Porous Asphalt, Gilsonite, Structural Performance, Functional Performance.

Informasi lebih lanjut hubungi Perpustakaan Digital POLBAN