PENELITIAN TERAPAN

Metoda Konstruksi Jembatan Apung Untuk Implementasi Kondisi Lapangan Yang Berbeda

ABSTRAK
Jembatan apung Cilacap adalah pilot project PUSJATAN yang akan diaplikasikan ke berbagai daerah Indonesia. Jembatan apung Cilacap dibagi menjadi empat fokus pekerjaan yaitu perakitan, pengangkatan, penarikan dan pemasangan. Pada pelaksanaan jembatan apung Cilacap terdapat permasalahan yang dihadapi, yaitu sebelum dilakukannya tahap pemancangan jembatan mengalami kegagalan struktur. Karena kegagalan tersebut terjadi pada masa konstruksi, perlu dilakukan pengkajian ulang metode konstruksi tersebut guna mengetahui penyebab kegagalan. Analisa dilakukan dengan melakukan simulasi pembebanan berupa displacement pada tahapan pekerjaan, sehingga didapatkan metode pelaksanaan jembatan apung yang andal. Tahapan pertama yaitu perakitan, mutu dan dimensi material rangka baja harus sesuai dengan shop drawing. Selain itu, material tersebut harus melalui pengujian yang disyaratkan. Selanjutnya, pada tahap pengangkatan dilakukan analisis titik hook crane untuk mengetahui perilaku struktur jembatan. Analisis tersebut dilakukan dengan melakukan simulasi displacement sebesar 1000mm dan 1800mm arah x,y,z. Dari hasil analisis diketahui bahwa pengangkatan jembatan diizinkan bergerak sejauh 1000mm arah arah x,y,z, sedangkan pergerakan ultimate sejauh 1800mm. Kemudian tahap penarikan dilakukan perkuatan pada ponton jembatan dengan pemasangan ponton modular. Simulasi penarikan dilakukan dengan pembebanan displacement 1000mm pada 6 kondisi penarikan. Dari hasil analisis diketahui struktur dapat menahan displacement hingga 1000mm pada kondisi-1 dan kondisi-2 dengan tegangan struktur maksimum sebesar 20,15MPa, kondisi-3 sebesar 29,59MPa dan kondisi-6 sebesar 20,52MPa. Sedangkan kondisi-4 terbatas di 800mm dengan tegangan sebesar 28,70MPa dan kondisi-5 terbatas di 600mm dengan tegangan sebesar 19,89MPa. Tahap terakhir adalah pemasangan, hal yang perlu diperhatikan dalam tahapan ini adalah urutan setiap pekerjaan. Hal ini dikarenakan, setiap tahap pekerjaan yang dilakukan dapat memberikan pengaruh pada struktur jembatan.
Kata kunci: konstruksi, jembatang apung, kondisi lapangan.

ABSTRACT
The Cilacap floating bridge is a pilot project by PUSJATAN that would be applied to various regions in Indonesia. There is four work items at Cilacap floating bridge, that is fabricating, lifting, towing, and assembling. When the construction process, the bridge has a structural failure. So it is necessary to review the construction method to determine the reason of structural failure. The analysis is carried out by did some simulation with load displacement for each stage of works to find the reliable method of implementing a floating bridge. The first stage is fabrication, the quality and dimension of steel material must be accordance with the shop drawing and also the material should fulfil the standard required. The second stage is lifting by analyzing hook crane to determine the bridge structural. The analysis is simulated with the load displacement 1000mm and 1800mm direction x,y,z. The result from this analysis shows that lifting bridge is not allowed to move 1000mm for x,y,z direction and the ultimate move for 1800mm. Then on the towing stage have to use a reinforcement to pontoon bridge with modular pontoon system. The simulation of movement by inputing the load displacement 1000mm with 6 different towing condition. The result for the analysis known that structure can hold displacement until 1000mm to condition-1 and condition-2 with maximum value of load structure 20,15MPa, condition-3 29,59MPa and condition-6 20,52MPa. While condition-4 is limit to 800mm with value 19,89MPa. The last stage is the assembly. The important thing in this stage is the sequence of work items, that is because every sequence can fluence to the bridge structure.
Keywords: construction, floating bridge, site condition.

Informasi lebih lanjut hubungi Perpustakaan Digital POLBAN