PENELITIAN TERAPAN

Penggunaan Bilah Lengkung Bertangkup Bambu Betung Dengan Angkur Paku Sekrup Sebagai Tulangan Lentur Balok Beton Bertulang

ABSTRAK
Baja merupakan material utama yang digunakan sebagai tulangan pada struktur beton bertulang. Kebutuhan baja yang terus meningkat akan berdampak langsung kepada ketersediaan bahan baku utama baja yaitu bijih besi yang merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Oleh karena itu maka diperlukan suatu alternatif material pengganti baja. Bambu merupakan salah satu alternatif yang dipilih sebagai pengganti baja tulangan pada struktur beton bertulang. Tujuan penelitian ini untuk melakukan evaluasi kemungkinan penggunaan tulangan bambu sebagai alternatif pengganti tulangan baja pada elemen struktur beton bertulang. Terdapat 6 buah balok yang digunakan sebagai benda uji, terdiri dari 2 balok beton bertulangan bambu tinggi kait paku sekrup 1 cm (TLBB-1), 2 balok tulangan bambu tinggi kait paku skrup 2 cm (TLBB-2), dan 2 balok dengan tulangan baja diameter 12 mm sebagai balok kontrol (TLBJ). Pengujian balok dilakukan dengan metode ASTMC78 pembebanan statik-monotonik third point. Hasil penelitian menunjukan beban maksimum yang diperoleh TLBB-1 dan TLBB2, adalah 44,90 kN dan 47,85 kN. Hasil tersebut memiliki nilai persentase 47,00% dan 50,08% dibandingkan dengan TLBJ sebesar 95,54 kN. Nilai kekakuan yang diperoleh TLBB-1 dan TLBB-2 adalah 5,47 kN/mm dan 5,43 kN/mm. Hasil tersebut memiliki niali persentase sebesar 87,78% dan 87,13% dibandingkan dengan TLBJ yaitu 6,23 kN/mm. Berdasarkan evaluasi balok beton bertulang bambu terhadap balok beton bertulang baja, kemungkinan penggunaan bambu sebagai tulangan pada beton bertulang dapat diperuntukkan pada elemen struktur yang tidak memikul beban utama atau elemen struktur dengan beban terkontrol seperti halnya diafragma pada jembatan.
Kata Kunci: Bambu Betung, tulangan bambu, balok beton.

ABSTRACT
Steel is the main material used as reinforcement in reinforced concrete structures. The increasing demand for steel will have a direct impact on the main raw material derived from iron ore which is a non renewable resources. Therefore we need several alternative steel materials. Bamboo is one of the alternatives chosen as reinforcing steel in reinforced concrete structures. The purpose of this study was to evaluate the possibility of using bamboo reinforcement as an alternative to steel reinforcement in reinforced concrete structural elements. There are 6 beams used as specimens, consisting of 2 bamboo reinforced concrete beams with 1 cm high screw nails (TLBB-1), 2 bamboo reinforcing beams with 2 cm high screw nails (TLBB-2), and 2 beams with reinforcing bars steel diameter 12 mm as control beam (TLBJ). Beam testing is carried out using the ASTM-C78 static-monotonic third-point loading method. The results showed the maximum load obtained by TLBB-1 and TLBB-2, was 44.90 kN and 47.85 kN. This result has a percentage of 47.00% and 50.08% compared to TLBJ of 95.54 kN. The stiffness values obtained by TLBB-1 and TLBB-2 are 5.47 kN/mm and 5.43 kN/mm. These results have a percentage of 87.78% and 87.13% compared to TLBJ which is 6.23 kN/mm. Based on the evaluation of bamboo reinforced concrete beams against steel reinforced concrete beams, evaluation of the use of bamboo on reinforced concrete can be intended for structural elements that do not carry the main load or structural elements with controlled loads such as the diaphragm on the bridge. Keywords: Betung Bamboo, bamboo reinforcement, concrete beams.