PENELITIAN TERAPAN

Peningkatan Kinerja Campuran Aspal Porus Akibat Penggantian Agregat Kasar Dengan Limbah Beton Dan Penambahan Material Gilsonite

ABSTRAK
Campuran aspal porus menggunakan proporsi agregat halus lebih sedikit daripada campuran jenis yang lain. Campuran aspal porus memiliki beberapa kelebihan, yaitu rongga yang terdapat pada aspal porus berfungsi untuk membantu mengalirkan air secara vertikal dan horizontal, memberikan ketahanan terhadap selip yang lebih besar, sehingga dapat meningkatkan keselematan bagi pengguna jalan. Selain kelebihan tersebut, kekurangan yang merupakan kendala utama pada campuran aspal porus adalah rendahnya nilai stabilitas yang diakibatkan oleh banyaknya rongga pada aspal porus. Upaya-upaya yang dilakukan dapat berupa jenis agregat yang digunakan, jenis bahan pengikat dan penambahan suatu zat ke dalam campuran aspal porus. Pada penelitian ini menggunakan agregat kasar yaitu limbah beton dan penambahan gilsonite. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dalam skala laboratorium. Pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi pengujian karakteristik marshall dengan variasi kadar limbah beton 0%, 25%, 50%, 75% dan 100%. Kemudian dengan menggunakan kadar aspal optimum dan limbah beton optimum dilakukan kembali pengujian karakteristik marshall dengan kadar gilsonite 4,5%; 5,5%; 6,5%; 7,5%; dan 8,5%. Selanjutnya data hasil pengujian modulus resilient, stabilitas dinamis, tahanan gelincir/skid resistance deformasi, modulus elastisitas dan tahanan gelincir akan digunakan dalam analisis kinerja struktural dan fungsional dari lapis aspal porus. Hasil penelitian karakteristik campuran aspal porus memperlihatkan bahwa terjadi peningkatan stabilitas Marshall campuran aspal porus sebesar 255,74% pada kadar limbah beton 100% dan 8,5% gilsonite. Peningkatan nilai modulus resilient sebesar 129,45%. Sedangkan hasil analisis kinerja struktural dan fungsional lapis aspal porus modifikasi memperlihatkan bahwa kinerja struktural berdasarkan nilai structural number mengalami peningkatan sebesar 169,74%. Selanjutnya peningkatan kinerja struktural berdasarkan nilai rutting sebesar 175,53%. Akhirnya peningkatan kinerja fungsional berdasarkan tahanan gelincir mengalami peningkatan sebesar 25,84%.
Kata Kunci: Campuran Aspal Porus, Stabilitas Dinamis, Tahanan Gelincir, Modulus Resilient, Kinerja Struktural, Kinerja Fungsional.

ABSTRACT
Porus asphalt mixture uses a proportion of fine aggregate less than other types of mixtures. Porus asphalt mixture has several advantages, namely the void in asphalt porus serves to help drain water vertically and horizontally, providing greater resistance to slippage, thus increasing safety for road users. In addition to these advantages, the disadvantage that is the main obstacle in porphalt asphalt mixture is the low value of stability caused by the number of void in asphalt porous. Efforts can be made in the form of aggregate used, type of binder and the addition of a substance to the asphalt porus mixture. In this study using coarse aggregate namely concrete waste and the addition of gilsonite. The method used in this study is an experimental method on a laboratory scale. Tests conducted in this study include testing the characteristics of Marshall with a variation of concrete waste content of 0%, 25%, 50%, 75% and 100%. Then by using optimum asphalt content and optimum concrete waste, marshall characteristics were tested with 4.5% gilsonite content; 5.5%; 6.5%; 7.5%; and 8.5%. Furthermore, data from resilient modulus, dynamic stability, skid resistance deformation, elastic modulus and slip resistance will be used in the structural and functional performance analysis of asphalt porous layers. The results of the study showed that the characteristics of asphalt porus mix showed that there was an increase in the stability of Marshall porphalt asphalt mixture of 255.74% at 100% concrete and 8.5% gilsonite. The increase in resilient modulus is 129.45%. While the structural and functional performance analysis results of modified asphalt porus layers showed that structural performance based on structural number values ​​increased by 169.74%. Furthermore, the structural performance improvement was based on rutting value of 175.53%. Finally, functional performance improvement based on slip resistance has increased by 25.84%.